MODUL 1
MODUL 1
Sistem digital merupakan bidang ilmu yang mempelajari sistem pengolahan informasi
menggunakan logika biner, yaitu 0 dan 1. Dalam sistem digital terdapat berbagai
komponen penting, seperti gerbang logika, Encoder, Decoder, Multiplexer, dan
Demultiplexer yang memiliki fungsi berbeda dalam mengolah sinyal digital.
Pada praktikum Modul 1 ini, dilakukan pembelajaran mengenai prinsip kerja rangkaian logika digital, khususnya Decoder dan Demultiplexer menggunakan IC 74154. Praktikum ini bertujuan untuk memahami hubungan antara input, kondisi Enable, dan output yang dihasilkan melalui simulasi rangkaian menggunakan saklar SPDT dan Logic Probe.
- Merangkai dan menguji operasi dari gerbang logika.
- Merangkai dan menguji gerbang logika dasar, Aljabar Boelean.
- Merangkai dan menguji rangkaian Encoder dan Decoder.
- Merangkai dan menguji rangkaian Multiplexer dan Demultiplexer
Gambar 1.1 DL2203C Module D’Lorenzo
Gambar 1.2 DL2203S Module D’Lorenzo
Gambar 1.3 Jumper
Alat yang
di gunakan :
1. Panel DL 2203C
2. Panel DL 2203S
3. Jumper.
4. Laptop.
5. Software Proteus ver minimal 8.17
Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gate adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis. Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean. Berikut jenis jenis gerbang logika antara lain :
1. Gerbang AND
(a)
Gambar 1.1 (a) Rangkaian dasar gerbang AND (b) Simbol gerbang AND

Gerbang AND merupakan gerbang logika yang menggunakan operasi perkalian. Bisa dilihat pada tabel diatas bahwa keluaran akan bernilai 1 jika semua nilai input adalah 1, dan jika salah satu atau lebih input ada yang bernilai nol maka output akan bernilai nol.
2. Gerbang OR
(b)
Gambar 1.2 (a) Rangkaian dasar gerbang OR (b) Simbol gerbang OR
Tabel 1.2 Tabel Kebenaran Logika OR
Gerbang OR adalah gerbang logika yang menggunakan operasi penjumlahan. Nilai output bernilai 0 hanya pada jika nilai semua input bernilai 0. Bila dilihat dari rangkaian dasarnya maka didapat tabel kebenaran seperti di atas. Pada gerbang logika OR ini bisa dikatakan bahwa jika salah satu atau lebih input bernilai 1 maka output akan bernilai satu.
3. Inverter (Gerbang Not)
(a)
(b)
Gambar 1.3 (a) Rangkaian dasar gerbang NOT (b) Simbol gerbang NOT Tabel
1.3 Tabel Kebenaran Logika NOT
Gerbang NOT merupakan gerbang yang di mana keluarannya akan selalu berlawanan dengan masukannya.
4. Gerbang NOR
Tabel Kebenaran Gambar 1.4 Logika NOR
Gerbang NOR adalah gerbang OR yang disambung ke inverter. Jadi nilai keluarannya merupakan kebalikan dari gerbang OR.
5. Gerbang NAND
Tabel Kebenaran 1.5 Gerbang Logika NAND
Gerbang NAND adalah gerbang AND yang keluarannya disambungkan ke inverter. Dan nilai dari tabel kebenarannya merupakan kebalikan dari tabel kebenaran dari gerbang AND.
6. Gerbang Exclusive OR (XOR)
Tabel Kebenaran 1.6 Gerbang Logika XOR
X-OR merupakan gerbang OR yang bersifat exlusif, di mana jika hasil penjumlahan inputnya bernilai ganjil maka outputnya bernilai 1 dan jika hasil penjumlahan inputnya bernilai genap maka outputnya bernilai 0.
7. Gerbang Logika Exclusive NOR (XNOR)
Tabel Kebenaran 1.7 XNOR
X-NOR merupakan gerbang X-OR yang keluarannya disambungkan dengan inverter Dan nilai dari tabel kebenarannya merupakan kebalikan dari tabel kebenaran dari gerbang X-OR. Dimana jika hasil penjumlahan inputnya bernilai genap maka outputnya bernilai 1, dan jika hasil penjumlahan inputnya bernilai ganjil maka outputnya bernilai 0.
Encoder dan Decoder
Encoder dan decoder dalam dunia elektronika digital adalah dua komponen penting yang banyak digunakan dalam sistem komunikasi, pengolahan data, dan kontrol digital. Keduanya berperan dalam mengubah informasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya, sehingga memungkinkan perangkat digital untuk berkomunikasi secara efisien.
A. Encoder
Gambar Rangkaian Encoder dan IC Encoder 4 to 2
Tabel Kebenaran IC Encoder 4 to 2
Encoder adalah sebuah perangkat atau rangkaian elektronik/digital yang berfungsi untuk mengubah suatu bentuk data atau sinyal (biasanya dalam bentuk informasi, posisi, atau sinyal analog) menjadi kode biner. Dengan kata lain, encoder “menerjemahkan” input menjadi data digital yang lebih mudah diproses oleh sistem elektronik atau komputer.
B. Decoder
Gambar Rangkaian dalam Decoder dan IC Decoder 2 to 4
Tabel Kebenaran IC Decoder 2 to 4
Decoder (dekoder) adalah perangkat atau rangkaian logika digital yang berfungsi untuk mengubah kode biner menjadi sinyal keluaran yang sesuai.
Multiplexer dan Demultiplexer
Multiplexer (MUX) dan Demultiplexer (DEMUX) adalah rangkaian digital penting dalam sistem komunikasi yang memiliki fungsi berlawanan. Multiplexer menggabungkan beberapa sinyal masukan menjadi satu keluaran, sedangkan Demultiplexer menerima satu sinyal masukan dan menyalurkannya ke salah satu dari banyak jalur keluaran.
A. Multiplexer
Gambar Rangkaian dalam Multiplexer dan IC Multiplexer 4 to 1
Tabel Kebenaran IC Multiplexer 4 to 1
Multiplexer adalah perangkat pemilih beberapa jalur data ke dalam satu jalur data untuk dikirim ke titik lain. Komponen ini tersusun atas gerbang logika berkecepatan tinggi yang terdiri dari jalur input, terminal pengendali, dan jalur output.
B. Demultiplexer
Gambar Rangkaian dalam Demultiplexer dan IC Demultiplexer 1 to 4
Tabel Kebenaran IC Demultiplexer
Demultiplexer (DEMUX) adalah kebalikan dari multiplexer, berfungsi untuk mengarahkan satu input ke salah satu dari beberapa output berdasarkan sinyal seleksi. DEMUX sering disebut "data distributor".
A. Gerbang
Logika
1.
Buat rangkaian seperti pada gambar dibawah ini.
Gambar 1.15 Rangkaian percobaan 1
2. Set switch B0 dan B1 sesuai
dengan jurnal, catat output H yang terjadi pada tabel kebenaran..
B. Aljabar Boolean
Diberikan fungsi :
Dengan menggunakan Peta
Karnaugh dan aljabar Boolean fungsi di atas dapat disederhanakan menjadi
Keduanya
dapat pula ditulis sebagai :
Prosedur Percobaan:
a. Buat rangkaian seperti
gambar berikut : Diagram logika dari rangkaian yang menyatakan dua bentuk
ekivalen dari fungsi yang telah disederhanakan ditunjukkan pada gambar dibawah
ini
Gambar 1.16 Rangkaian percobaan 1 (Bentuk gerbang dari
dua fungsi logika yang memiliki hasil yang sama)
b. Catat hasil yang didapat tersebut dalam bentuk tabel pada jurnal. Bandingkan hasil di dapat dengan persamaaan awal.
4.2 Percobaan 2 Encoder
Decoder
A. Encoder
1. Buatlah sebuah rangkain
10-4 encoder input dan output aktif low menggunankan IC 74147 seperti pada
gambar
Gambar 1.19 Rangkaian percobaan 3
2. Set Switch X1-4 dan Y1-4
serta S0 dan s1 sesuai dengan jurnal dan catat hasil pada tabel percobaan
B. Decoder
1.
Buatlah sebuah rangkaian decoder 4-10 aktif HIGH menggunakan IC 4028
Gambar 1.18 Rangkaian percobaan 2
2. Set switch A,B,C, dan D sesuai dengan jurnal dan catat hasil output pada tabel hasil percobaan
4.3 Percobaan 3 Multiplexer
dan Demultiplexer
A. Multiplexer
1. Buatlah rangkaian
Multiplexer Dual 4-1 dengan menggunakan IC 4052 seperti pada gambar berikut
Gambar 1.19 Rangkaian percobaan 3
2.
Set Switch X1-4 dan Y1-4 serta S0 dan s1 sesuai dengan jurnal dan catat hasil
pada tabel percobaan
B. Demultiplexer
1.
Buatlah sebuah rangkaian Demultiplexer 4-16 dengan menggunakan IC 74154.
Gambar 1.20 Rangkaian percobaan 2
2. Set Switch A-D serta E1 dan
E2 sesuai dengan jurnal dan catat hasil pada tabel percobaan



































Komentar
Posting Komentar