CHAPTER 7.7
- Memahami Prinsip kerja gerbang Logika
- Memahami Magnitude Comparator.
1).
Resistor
Resistor
Resistor
berfungsi untuk menghambat serta mengatur arus listrik di dalam suatu rangkaian
elektronika.
Spesifikasi
resistor
2). Dioda
Spesifikasi
dioda
1. arus searah jangka panjang maksimum pada 75 ° C - 1.0 A
2. arus pulsa maksimum dengan durasi pulsa 3,8 ms - 30 A
3. drop tegangan melintasi dioda pada arus 1,0A - 1,1 V
4. kisaran suhu operasi - -65 ... + 175 ° С
5. frekuensi kerja maksimum - 1 MHz
3). Gerbang NOT
Gerbang
logika merupakan salah satu komponen dasar dalam sistem elektronika digital.
Salah satu jenis gerbang logika yang paling sederhana adalah gerbang NOT atau
sering disebut juga sebagai inverter. Gerbang NOT memiliki fungsi utama untuk
membalikkan logika input menjadi output yang berlawanan.
Secara
umum, gerbang NOT memiliki satu buah input dan satu buah output. Jika input
diberikan logika “1” (HIGH), maka output yang dihasilkan adalah logika “0”
(LOW), begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, gerbang NOT berperan sebagai
pembalik sinyal digital. Operasi logika dari gerbang ini dapat dijelaskan
melalui persamaan Boolean sebagai berikut:
4). Gerbang AND
Gerbang
logika merupakan elemen dasar dalam sistem digital yang berfungsi untuk
melakukan operasi logika terhadap satu atau lebih sinyal biner. Salah satu
jenis gerbang logika dasar adalah gerbang AND, yang berfungsi untuk
menghasilkan output logika “1” hanya jika semua input bernilai logika “1”. Jika
salah satu atau lebih input bernilai “0”, maka output dari gerbang AND akan
bernilai “0”.
Gerbang
AND memiliki dua atau lebih input dan satu output. Hubungan antara input dan
output pada gerbang AND dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan Boolean sebagai
berikut:
5). Gerbang NAND
Gerbang
NAND adalah salah satu gerbang logika dasar yang memiliki dua atau lebih input
dan satu output. Gerbang ini bekerja dengan prinsip menghasilkan output logika
0 (LOW) hanya jika semua input bernilai logika 1 (HIGH). Dalam kondisi lain,
output akan bernilai logika 1 (HIGH).
Gerbang
ini biasanya digunakan dalam berbagai rangkaian digital seperti rangkaian
kontrol, pencacah, dan penyimpan data. Simbol gerbang NAND mirip seperti
gerbang AND, namun dengan tambahan lingkaran kecil di bagian output yang
menunjukkan fungsi inversi.
6). 74LS76
IC 74LS76
adalah sebuah dual J-K flip-flop dengan fitur preset dan clear. Komponen ini
termasuk dalam keluarga TTL dan berfungsi sebagai penyimpan data 1 bit per
flip-flop, sehingga total dapat menyimpan 2 bit. Flip-flop jenis J-K mampu
menghasilkan output yang stabil dan berubah tergantung pada kondisi input dan
sinyal clock.
Setiap
flip-flop di dalam IC ini memiliki input J, K, clock (CLK), preset (PRE), dan
clear (CLR). Input preset dan clear bersifat asinkron, artinya dapat mengatur
output tanpa menunggu sinyal clock. Preset akan mengatur output menjadi 1,
sedangkan clear akan mengatur output menjadi 0. Sementara itu, input J dan K
akan menentukan apakah output akan tetap, diset, direset, atau toggle (berubah
keadaan) saat ada sinyal clock.
IC 74LS76
sering digunakan dalam rangkaian pencacah, pembagi frekuensi, dan pengolah data
sekuensial. Karena bersifat toggle saat J dan K bernilai 1, komponen ini sangat
ideal untuk membentuk rangkaian counter biner. Catu daya yang digunakan adalah
+5V sesuai standar TTL.
7). Ground
Ground
atau biasa disingkat GND merupakan referensi potensial nol volt (0V) dalam
suatu rangkaian listrik atau elektronik. Ground bukan hanya tempat “buangan”
arus, melainkan titik acuan tegangan yang digunakan untuk menentukan level
logika, tegangan, dan kestabilan sinyal pada sistem elektronik.
Dalam
konteks praktis, ground adalah terminal negatif pada sumber daya atau bagian
dari rangkaian tempat arus kembali setelah menyelesaikan sirkuitnya. Semua
komponen dalam suatu sistem elektronik harus terhubung ke ground yang sama
untuk menjaga referensi tegangan yang konsisten dan mencegah gangguan atau
error dalam komunikasi dan pengukuran.
Counter (pencacah) adalah rangkaian logika sekuensial yang digunakan untuk menghitung pulsa masukan berdasarkan sinyal clock. Dalam sistem digital, hasil hitungan ditampilkan dalam bentuk biner dan diperoleh dari output-output flip-flop yang saling terhubung.
Jumlah
maksimum hitungan yang dapat dilakukan oleh sebuah counter ditentukan oleh
jumlah flip-flop yang digunakan. Jika terdapat n buah flip-flop, maka counter
tersebut dapat menghitung hingga 2ⁿ kombinasi biner. Counter seperti ini
disebut MOD-2ⁿ. Misalnya, 2 flip-flop menghasilkan MOD-4 counter, karena dapat
menghitung dari 0 sampai 3 (00, 01, 10, 11).
Namun,
kita juga bisa membuat counter dengan jumlah hitungan kurang dari 2ⁿ, misalnya
MOD-3, MOD-5, MOD-6, dan sebagainya, dengan menambahkan rangkaian reset
otomatis agar counter kembali ke 0 setelah mencapai nilai tertentu. Counter
semacam ini disebut MOD-N counter, di mana N adalah jumlah maksimum hitungan
sebelum kembali ke nol.
IC 74LS76
merupakan dual J-K flip-flop, artinya di dalam satu IC terdapat dua flip-flop
jenis J-K yang dapat digunakan untuk membuat counter sinkron maupun asinkron.
Flip-flop J-K sangat cocok digunakan untuk pencacah karena memiliki kondisi
toggle (berubah keadaan) saat input J dan K diberi logika 1 dan ada pulsa
clock.
Setiap
flip-flop dalam 74LS76 memiliki input J, K, Clock (CLK), Clear (CLR), dan
Preset (PRE). Untuk konfigurasi sebagai counter:
- J dan K dihubungkan ke logika
HIGH (1), agar flip-flop toggle setiap clock.
- Clock bisa diberikan dari luar
(pulsa manual atau osilator).
- Clear digunakan untuk mereset
hitungan kembali ke 0 saat mencapai batas MOD.
Untuk membuat counter dengan MOD-N, diperlukan rangkaian logika tambahan (seperti gerbang AND) untuk mendeteksi kondisi tertentu pada output flip-flop, dan selanjutnya mengaktifkan sinyal Clear untuk mereset flip-flop secara otomatis.
a. Prosedur
- Buka aplikasi Proteus.
- Cari dan siapkan semua
komponen yang dibutuhkan dari daftar Alat dan Bahan.
- Rangkailah komponen seperti
pada gambar rangkaian di bawah. Pastikan semua input J dan K di-set ke
HIGH (logika 1) agar flip-flop berada dalam mode toggle.
- Hubungkan output gerbang NAND
ke input CLR pada setiap flip-flop.
- Berikan input pulsa clock
menggunakan Logic State pada flip-flop pertama (Flip-Flop
A).
- Jika sudah, jalankan simulasi.
- Amati urutan nyala LED untuk
memverifikasi urutan pencacahan dari 000 hingga 101.
- Perhatikan bahwa setelah
keadaan 101, rangkaian akan langsung kembali ke 000 pada pulsa clock
berikutnya.
b.
Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja
Gambar
Rangkaian Simulasi:
Prinsip
Kerja: Rangkaian
ini adalah asynchronous up-counter. Flip-Flop A (LSB) menerima
pulsa clock eksternal. Output Q dari Flip-Flop A menjadi clock untuk
Flip-Flop B, dan output Q dari B menjadi clock untuk C (MSB). Saat
simulasi dijalankan, counter akan mencacah naik pada setiap falling
edge dari sinyal clock-nya. Urutannya
adalah: 000 → 001 → 010 → 011 → 100 → 101.
Pada pulsa
clock keenam, keadaan akan mencoba berubah ke 110. Pada momen ini,
input C dan B menjadi HIGH. Gerbang NAND mendeteksi kondisi
ini dan menghasilkan output LOW, yang langsung me-reset ketiga flip-flop
ke 000. Proses ini terjadi sangat cepat sehingga
keadaan 110 tidak pernah stabil. Rangkaian pun memulai kembali siklus
hitungannya dari 000.
c.
Video Simulasi
- Download File Video klik disini
- Download File Rangkaian klik disini
- Download datasheet IC 74LS76 (J-K Flip-Flop) di sini
Komentar
Posting Komentar