LAPORAN AKHIR MODUL 3
JURNAL
PRAKTIKUM OPERATIONAL
AMPLIFIER
DAN FILTER
Nama
: Faliska Putri Azzahra
No
BP
: 2410953016
Kelompok
: 25
Tanggal
Praktikum : 30 September 2025
Asisten
Praktikum :1. Nabila Rahmazia
2.
M. Faiz Nurahmantyo
1. Inverting Amplifier
|
Rf(kΩ) |
Vi(V) |
Hitung
Gain (-Rf/Rin) |
Vout |
Bentuk
Gelombang |
|
20 |
1,715 |
-2 |
3,57 |
|
|
50 |
1,716 |
-5 |
8,55 |
|
|
80 |
7,718 |
-8 |
9,78 |
|
2.Komparator
|
V1 (V) |
V2 (V) |
Vout |
|
3V |
1V |
-9,98V |
|
1V |
3V |
11,26V |
3. LPF
-20dB
|
Frekuensi |
Vin |
Vout |
Grafik
Sinyal |
|
100 Hz |
1,747 V |
1,,467 V |
|
|
500 Hz |
1,732V |
0,514V |
|
|
1000 Hz |
1,712V |
0,262V |
|
|
Sketch
Grafik Bode Plot |
|
|
4. HPF
40dB
|
Frekuensi |
Vin |
Vout |
Grafik
Sinyal |
|
100 Hz |
1,746V |
0,537V |
|
|
500 Hz |
1,733V |
1,587V |
|
|
1000 Hz |
1,712V |
1,672V |
|
|
Sketch
Grafik Bode Plot |
1. Inverting Amplifier
Inverting amplifier dapat mengontrol penguatan tegangan (voltage gain) menggunakan Op-Amp. Sinyal input terhubung ke terminal negatif dan terminal positif terhubung ke ground. Output diberi umpan balik melalui Rf ke input inverting.Impedansi masukan yang tak terbatas mencegah arus mengalir melalui input inverting. Hal ini berarti bahwa tidak ada penurunan tegangan antara input inverting dan input non-inverting, dan tegangan pada input (-) inverting adalah 0 karena input non- inverting (+) terhubung ke ground. Karena arus yang mengalir menuju terminal input adalah 0, maka arus yang melalui Rin sama dengan arus yang melalui Penguatan outputnya berbeda phasa 180 dengan inputnya, jika input positif maka output negatif.
2.
Komparator
Komparator adalah jenis rangkaian amplifier operasional (op-amp)
yang berfungsi untuk membandingkan dua sinyal tegangan pada inputnya dan
menghasilkan output dalam bentuk tegangan tinggi atau rendah (logika digital),
tergantung pada perbandingan tegangan tersebut. Cara Kerja Comparator:
• Jika
tegangan pada input non-inverting (+) lebih besar daripada tegangan pada input
inverting (-), maka output akan berada di kondisi tegangan tinggi (𝑉+ > 𝑉− = +𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖)
• Sebaliknya, jika tegangan pada input inverting (-) lebih besar daripada input non-inverting (+), maka output akan berada di tegangan rendah 𝑉+ < 𝑉− = −𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖).
3. Low Pass Filter (LPF)
Low Pass Filter (LPF) merupakan jenis filter yang berfungsi untuk meneruskan sinyal listrik yang frekuensinya berada dibawah frekuensi tertentu, diatas frekuensi tersebut (frekuensi cut-off) maka sinyal akan diredam. Low Pass Filter memberikan redaman yang sangat kecil pada frekuensi di bawah frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di atas frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang besar. Lebih sederhananya hanya frekuensi rendah saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.
4. High Pass Filter (HPF)
High Pass Filter (HPF) berfungsi untuk meneruskan sinyal di atas frekuensi cut-off sedangkan yang berada dibawah frekuensi cut-off diredam. Jenis filter ini memberikan redaman sangat kecil pada frekuensi di atas frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di bawah frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang sangat besar. Lebih sederhananya, hanya frekuensi tinggi saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.
1. Analisa
prinsip kerja dari rangkaian Inverting Amplifier berdasarkan nilai yang
didapatkan dari percobaan.
Jawab:
Dari percobaan dilakukan, inverting amplifier dapat mengontrol
pengeluaran tegangan menggunakan OP-AMP, sinyal input terhubung ke terminal
inverting dan terminal non-inverting ke ground. Output diberi umpan balik
melalui resistor feedback ke input inverting pada percobaan, nilai VI-nya dari
VRMS bukan dari VIN dari sinyal generatornya.
2. Apa
yang terjadi jika input komparator mendekati sama dengan tegangan referensi?
Apakah output stabil atau terdapat ketidakpastian (chattering)? Jelaskan
berdasarkan hasil percobaan.
Jawab:
Dari percobaan dilakukan, jika V2-nya besar dari V1 referensinya, output
saturasinya ke level high atau positif saturasi. Jika V2-nya kecil dari
V1referensi, maka output saturasinya ke level low atau negatif V
saturasi. Nah, jika input sangat dekat dengan batas switching, output-nya hanya
akan berubah satu kali tepat saat VIN-nya sama dengan referensinya.
3.
Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika
terjadi perbedaan berikan alasannya.
Jawab:
Inverting
: tidak terjadi perbedaan yang begitu besar.
Komparator
: tidak terjadi perbedaan yang begitu besar.
LPF :
sesuai dengan perhitungan dan tidak terjadi perubahan yang begitu
besar.
HPF :
sesuai dengan perhitungan dan tidak terjadi perubahan yang begitu besar.
4. Analisa
prinsip kerja dari LPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off,
dan gelombang hasil percobaan.
Jawab:
LPF bekerja sesuai dengan teori yang ada, yaitu melewatkan sinyal rendah
dan meredam sinyal tinggi. nilai output hasil percobaan dengan perhitungan ada
sedikit perbedaan yang mungkin disebabkan oleh toleransi komponen, noise pada
osiloskop, dan non-idealitas resistor atau kompensator, gelombang menunjukkan
bahwa pada frekuensi rendah, hasilnya tidak berubah sedangkan pada frekuensi
tinggi hanya terlihat sinus kecil.
5. Analisa
prinsip kerja dari HPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off,
dan gelombang hasil percobaan.
Jawab:
Rangkaian HPF bekerja sesuai dengan teori yaitu melewatkan sinyal rendah
dan meredam sinyal tinggi. Adanya perbedaan atau sedikit perbedaan akibat
adanya toleransi resistor, noise, penggunaan, pengukuran, dan non-idealitas
komponen.
Download Laporan Akhir [Klik Disini]
Link Video Rangkaian Kondisi [Klik Disini]
Link Video Rangkaian Inverting Amplifier [Klik Disini]
Link Video Rangkaian Comparator Amplifier [Klik Disini]
Link Video Rangkaian LPF -20dB [Klik Disini]
Link Video Rangkaian HPD 40dB [Klik Disini]
Komentar
Posting Komentar