LAPORAN AKHIR
JURNAL PRAKTIKUM OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA
Nama : Faliska Putri Azzahra
No BP : 2410953016
Tanggal Praktikum : 04 Maret 2025
Asisten : Adnan Kasogi & Muhammad Agung
Oscilloscope
1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Tegangan DC | ||
Amplitudo Vpp | Perioda | Frekuensi |
Tegangan AC | ||
Amplitudo Vpp | Perioda | Frekuensi |
2. Membandingkan Frekuensi
Jenis Gelombang | Frekuensi oscilloscope |
Frekuensi Generator Fungsi |
Sinusoidal | ||
Gigi gergaji | ||
Pulsa (Kotak) |
3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
Perbandingan Frekuensi | Frekuensi Generator A (fy) | Frekuensi Generator B (fx) | Gambar Lissajous |
1 : 1 | |||
1 : 2 | |||
2 : 1 | |||
1 : 3 | |||
3 : 1 | |||
2 : 3 | |||
3 : 2 | |||
4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
Beban |
Daya Terukur (Watt) |
V total |
I total |
Daya Terhitung (Watt) |
1 Lampu | ||||
2 Lampu | ||||
3 Lampu |
5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel
Beban |
Daya Terukur (Watt) |
V total |
I total |
Daya Terhitung (Watt) |
1 Lampu | ||||
2 Lampu | 1,0782 watt | |||
3 Lampu | 1,23 watt |
Oscilloscope
1. Kalibrasi oscilloscope
a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron
b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah
c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada
oscilloscope
d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.
2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Susun rangkaian seperti gambar berikut
● Tegangan Searah
a. Atur output power supply sebesar 4 Volt
b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply
c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope
· Tegangan Bolak Balik
a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p
b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope
3. Mengukur dan Mengamati Frequency
a. Susun rangkaian seperti gambar berikut
b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal
c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator
d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa
4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
a. Susun rangkaian seperti gambar berikut
b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B
c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B
d. Atur frekuensi sinyal pada kanal A, sehingga diperoleh gambar seperti salah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.
Bacalah penunjukan frekuensi generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous
f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2
Pengukuran Daya
5. Mengukur Daya Satu Fasa
a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt
b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter
c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel
d. Catat penunjukan dari wattmeter
1.Mengukur Dan Mengamati Tegangan Pada Arus Searah Dan Bolak Balik
2.Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel
1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum Osisloskop Digunakan?
Jawab:
Kalibrasi perlu dilakukan sebelum menggunakan osiloskop untuk memastikan hasil pengukuran akurat dan dapat diandalkan. Kalibrasi membantu menyesuaikan parameter dasar osiloskop seperti tegangan per divisi, waktu per divisi, dan posisi nol. Tanpa kalibrasi, osiloskop dapat memberikan pembacaan yang tidak tepat, menyebabkan kesalahan interpretasi sinyal dan hasil pengukuran yang tidak valid.
2. Jelaskan perbedaan Teganan AC Dan DC pada osisloskop berdasarkan amplitude, frekuensi dan perioda!
Jawab:
- Tegangan DC: Menampilkan garis lurus horizontal pada osiloskop, dengan amplitudo konstan, tidak memiliki frekuensi atau perioda karena nilainya tidak berubah terhadap waktu.
- Tegangan AC: Menampilkan bentuk gelombang yang berubah-ubah (biasanya sinusoidal), dengan amplitudo yang bervariasi, memiliki frekuensi tertentu (berapa kali gelombang berulang per detik) dan perioda terukur (waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus gelombang lengkap).
3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan amplitude, frekuensi, dan perioda!
Jawab:
- Gelombang sinus: Bentuk gelombang standar yang bergerak secara halus antara nilai maksimum dan minimum, banyak ditemukan pada sinyal ilmiah. Frekuensi rendah menghasilkan perioda panjang,dan frekuensi tinggi menghasilkan perioda pendek
- Gelombang kotak: Berubah secara cepat antara dua nilai tegangan, digunakan untuk pengujian respons transien dan switching. Dua level tegangan (tinngi atau rendah dengan transisi panjang), frekuensi tinggi menghasilkan perida pendek.
- Gelombang segitiga: Naik dan turun dengan kecepatan konstan, berguna untuk menguji linearitas rangkaian, frekuensi rendah menghasilkan puncak yang lebar, frekuensi yang tinggi menghasilkan puncak yang lebih rapat
- Gelombang gigi gergaji: Naik secara bertahap kemudian turun cepat (atau sebaliknya), digunakan dalam aplikasi pemindaian, frekuensi rendah mengasilkan perioda lebih panjang, frekuensi tinggi menghasilkan perida yang lebih pendek
4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban seri!
Jawab:
Pada rangkaian seri, arus yang mengalir sama pada setiap komponen. Daya terukur dengan wattmeter seharusnya sama dengan daya terhitung (P = VI atau P = I²R). Jika terdapat perbedaan, kemungkinan disebabkan oleh:
- Kesalahan pengukuran instrumen
- Kerugian daya pada kabel atau sambungan
- Faktor daya pada beban induktif/kapasitif
- Kesalahan pembacaan atau perhitungan
5. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel!
Jawab:
Pada rangkaian paralel, tegangan sama pada setiap komponen tetapi arus terbagi. Daya total seharusnya sama dengan jumlah daya masing-masing beban. Perbedaan antara nilai terukur dan terhitung bisa disebabkan oleh:
- Arus bocor dalam rangkaian
- Resistansi internal meter pengukur yang mempengaruhi rangkaian
- Faktor daya pada beban non-resistif
- Ketidakakuratan instrumen pengukuran
Laporan Akhir Klik Disini
Video Percobaan Klik Disini
Video Analisa Klik Disini
Komentar
Posting Komentar