LAPORAN AKHIR MODUL 1
JURNAL PRAKTIKUM KARAKTERISTIK DIODA
Nama : Faliska Putri Azzahra
NIM : 2410953016
Kelompok : 25
Tanggal Praktikum : 28 Oktober 2025 / Selasa
Asisten Praktikum : - M. Aulia Jabbar
- Arina Putri Widiastuti
A. Percobaan Karakteristik Dioda
|
Vd |
Id |
Resistor |
Gelombang |
|
|
Input |
Output (Gelombang Biru) |
|||
| 3,43V | 10,17mA |
220 Ω |
|
|
|
3,27V |
6,9mA | 330 Ω | ||
B. Percobaan Karakteristik Dioda Zener
|
Resistor |
Vd |
Id |
|
220 Ω |
2,5 V |
11 mA |
|
330 Ω |
2,5V |
7,7 mA |
|
470 Ω |
2,4V |
5,5 mA |
C. Half Bridge Rectifier
|
Vin |
Resistor
atau kapasitor |
Gelombang
Output |
|
6 V |
220 Ω |
|
|
470 Ω |
|
|
|
1000 uF |
D. Full Bridge Rectifier
|
Vin |
Resistor
atau kapasitor |
Gelombang
Output |
|
6 V |
220 Ω |
|
|
470 Ω |
||
|
1000 uF |
Dioda merupakan komponen elektronik yang berfungsi sebagai pengarah arus satu arah, mirip seperti katup dalam sistem aliran fluida. Komponen ini hanya mengizinkan arus listrik mengalir dari anoda menuju katoda, namun akan menghambat arus jika arah tegangannya dibalik.
Dalam kondisi forward bias (bias maju), ketika terminal positif sumber tegangan dihubungkan ke anoda dan terminal negatif ke katoda, dioda akan menghantarkan arus dengan baik.
Sebaliknya, pada kondisi reverse bias (bias mundur), jika kutub positif dihubungkan ke katoda dan negatif ke anoda, maka dioda akan menahan aliran arus sehingga tidak terjadi konduksi listrik. Dengan sifat ini, dioda sering digunakan untuk melindungi rangkaian atau sebagai penyearah arus AC menjadi DC.
B. Dioda Zener
Dioda Zener memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan dioda biasa, tetapi dengan kemampuan khusus dalam menstabilkan tegangan. Dioda ini dirancang untuk dapat beroperasi pada kondisi reverse bias. Ketika tegangan yang diberikan mencapai nilai tertentu yang disebut tegangan Zener (Zener voltage), dioda mulai menghantarkan arus listrik secara terkontrol. Pada titik inilah dioda Zener berfungsi untuk menjaga agar tegangan tetap stabil, meskipun terjadi perubahan atau fluktuasi pada tegangan input. Oleh karena itu, dioda Zener banyak digunakan dalam rangkaian regulator tegangan atau pelindung komponen elektronik sensitif agar tidak rusak akibat lonjakan tegangan.
C. Half Wave Rectifier (Penyearah Setengah Gelombang)
Rangkaian Half Wave Rectifier merupakan salah satu bentuk sederhana dari penyearah arus AC menjadi DC. Prinsip kerjanya adalah dengan memanfaatkan hanya satu sisi gelombang sinusoidal dari sumber AC. Saat gelombang positif dari sinyal AC datang, dioda berada dalam kondisi forward bias, sehingga arus dapat mengalir menuju beban. Namun, ketika gelombang negatif tiba, dioda berada dalam reverse bias dan tidak menghantarkan arus sama sekali.
Akibatnya, hanya setengah gelombang positif yang diteruskan ke beban, sedangkan setengah lainnya diblokir. Hasil keluaran dari rangkaian ini berupa arus DC berdenyut yang tidak rata, sehingga biasanya masih memerlukan filter kapasitor untuk meratakan gelombangnya.
D. Full Wave Bridge Rectifier (Penyearah Gelombang Penuh)
Berbeda dari half wave rectifier, rangkaian Full Bridge Rectifier menggunakan empat buah dioda yang disusun sedemikian rupa agar dapat menyearahkan kedua sisi gelombang AC menjadi arus DC. Pada saat gelombang positif, dua dioda (misalnya D1 dan D2) berada dalam kondisi konduksi dan mengalirkan arus melalui beban. Sementara pada saat gelombang negatif, dua dioda lainnya (D3 dan D4) akan aktif dan mengalirkan arus melalui beban dengan arah yang sama seperti sebelumnya. Dengan cara ini, baik bagian positif maupun negatif dari sinyal AC diubah menjadi arus DC yang berdenyut, namun lebih halus dan efisien dibandingkan sistem setengah gelombang. Rangkaian ini sering digunakan dalam catu daya (power supply) karena dapat menghasilkan output yang lebih stabil dan efisien, terutama bila dikombinasikan dengan kapasitor dan regulator tegangan.
1. KONDISI 2 MODUL 1 ELEKTRONIKA
2. KARAKTERISTIK DIODA
3. KARAKTERISTIK DIODA ZENER
4. KARAKTERISTIK HALF BRIDGE RECTIFIER
5. KARAKTERISTIK FULL BRIDGE RECTIFIER
1. Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian forward bias.
Jawab :
Pada
kondisi forward bias, dioda dihubungkan dengan kutub positif sumber tegangan ke
anoda dan kutub negatif ke katoda. Dalam keadaan ini, dioda bersifat konduktif,
artinya dapat menghantarkan arus listrik setelah melewati tegangan ambang
tertentu yang disebut tegangan threshold
Pada
rangkaian forward bias, ketika tegangan input masih kecil, arus hampir tidak
mengalir karena dioda belum mencapai tegangan ambang. Setelah tegangan input melewati
tegangan ambang (±0,7 V untuk silikon), dioda mulai menghantarkan arus. Saat
tegangan input terus meningkat, tegangan dioda relatif stabil, sedangkan arus
meningkat tajam.
2. Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian reverse bias.
Jawab:
Pada kondisi reverse bias, dioda tidak menghantarkan arus
karena arus yang mengalir sangat kecil (arus bocor). Saat tegangan input
meningkat, tegangan pada dioda juga naik, namun arus tetap sangat kecil hingga
mencapai tegangan tembus (breakdown). Jika tegangan melebihi titik ini, arus
akan meningkat tajam dan dioda bisa rusak (kecuali dioda Zener).
3. Analisa prinsip kerja dari diode zener berdasarkan percobaan.
Jawab:
Dioda Zener bekerja dalam kondisi reverse bias, yaitu ketika
kutub positif sumber tegangan dihubungkan ke katoda dan negatif ke anoda. Saat
tegangan reverse masih kecil, arus yang mengalir sangat sedikit. Namun ketika
tegangan mencapai tegangan, dioda mulai menghantarkan arus dan menjaga tegangan
tetap stabil pada nilai tersebut, meskipun terjadi perubahan pada tegangan
input. Karena sifat inilah dioda Zener sering digunakan sebagai penstabil atau
pengatur tegangan dalam rangkaian elektronik.
4. Analisa gelombang output pada rangkaian Half Bridge Rectifier.
Jawab:
Prinsip kerja Half Bridge Rectifier adalah menyearahkan arus AC menjadi DC dengan menggunakan satu dioda. Saat gelombang positif, dioda menghantarkan arus, sedangkan saat gelombang negatif, dioda memblokir arus, sehingga output hanya terdiri dari setengah gelombang positif. Ketika Half Bridge Rectifier diberi resistor sebagai beban, maka gelombang outputnya yang muncul akan setengah gelombang, sedangkan saat diberi kapasitor, dimana kapasitor sebagai filter yang akan memberi jeda dalam membentuk gelombang outputnya
5. Analisa gelombang output pada rangkaian Full Bridge Rectifier.
Jawab:
Pada rangkaian Full Bridge Rectifier, terdapat empat dioda
yang bekerja secara bergantian untuk menyearahkan seluruh gelombang AC menjadi DC.
Saat gelombang positif dari sumber AC masuk, dua dioda akan menghantarkan arus
ke beban, dan saat gelombang negatif datang, dua dioda lainnya akan aktif
dengan arah arus yang sama ke beban. Saat rangkaian diberi beban resistor maka
akan menghasilkan output gelombang satu sinusoidal penuh, sedangkan saat adanya
kapasitor hanya memberikan jeda sebelum terbentuknya gelombang satu sinusoidal
Download Laporan Akhir [Klik Disini]
Link Video Rangkaian Kondisi [Klik Disini]
Link Video Rangkaian Karakteristik Dioda [Klik Disini]
Link Video Rangkaian Karakteristik Dioda Zener [Klik Disini]
Link Video Rangkaian Half Bridge Rectifier [Klik Disini]
Link Video Rangkaian Full Bridge Rectifier [Klik Disini]
Komentar
Posting Komentar